Selamat datang di beranda
Solusi Hemat Rokok | Alat Linting Rokok | No.Hp 088216090231
silahkan baca artikel-artikel kami

Kontak Kami


Sms/Wa : 088216090231


Pin BBM : 7DC88011


Alamat : Pajimatan Rt03 Girirejo Imogiri Bantul Yogyakarta


Pembayaran


No Rek : 398-01-00574-16-6
A/N : Eko Endrayanto



No Rek : 900-00-3656691-8
A/N : Eko Endrayanto


Pelanggan

Diberdayakan oleh Blogger.

Solusi Hemat Rokok | Alat Linting Rokok | No.Hp 088216090231

Solusi Hemat Rokok, Linting Rokok, Alat Linting Rokok,Solusi murah dan hemat Rokok | Hp : 088-2160-90231.

Sedia Kotak Rokok Kayu Ekslusif & Elegan

Sedia Kotak Rokok Kayu Ekslusif & Elegan

Buat agan yang tidak ingin melihat
gambar2 seram di bungkus rokok
pabrikan, maka inilah solusinya. Miliki
kotak rokok kayu bahan berkualitas dan
mewah dg harga murah.
Dijual selama stok masih ada.
Merk/ Gambar bisa dipilih selama stok masih ada.
Harga Cuma 35rb saja Blm Ongkir

so, silahkan segera hubungi kami Di:
Sms/Wa 088216090231
pin bb 26763A83

COD dg perjanjian, seputar jogja kota.
Pengiriman Luar Kotadg JNE / PT POS,
Ongkir ditangung pembeli (pengiriman
dari YOGYAKARTA)

Mencoba Melinting Rokok

Melinting rokok membuat Anda lebih bisa
mengontrol kertas, jenis tembakau, serta
ukurannya. Anda bisa melinting rokok secara
manual atau menggunakan mesin penggulung.
Anda hanya perlu kertas pelinting, daun
tembakau, sedikit kelincahan, serta waktu
berlatih.

1.Membentuk Rokok
Pilih kertas pelintingnya. Gunakan
kertas beras tipis atau kertas jerami
dalam ukuran besar atau standar.
Berencanalah merobek kertas agar
ukurannya tepat —bentuk awal yang
serbaguna adalah lebar dan kotak. Belilah
kertas daring, dari toko-toko serba ada,
tempat penjualan obat, serta toko-toko
tembakau.
Cari kertas-kertas yang bisa terbakar
dengan lambat dan merata. Cari
kertas-kertas yang mengandung
hanya beberapa zat kimia karena
beberapa zat ini menghasilkan rasa
yang buruk saat terbakar.
Pertimbangkan merek-merek seperti
kertas-kertas pelinting ganja alami
RAW dan Zig-Zag.
Jika Anda berencana membawa
kertas-kertas ke mana pun Anda
pergi, persiapkan pelindung kertas
pelinting. Masukkan kertas-kertas
pelinting ini ke dalam wadah logam
untuk mencegahnya tertekuk serta
robek. Buatlah tempat dari kaleng
permen karet atau mint kosong.
Bawa kertas cadangan. Setrip-setrip
permen karet cocok untuk menutup
robekan, kebocoran, serta celah.
Belilah daun tembakau. Anda bisa
mengunjungi ahli tembakau lokal
untuk mendapatkan banyak opsi, atau
mencari tembakau lintingan di banyak toko
minuman keras serta toserba. Cari
tembakau yang hanya mengandung sedikit
cairan kimia. Anda bisa membeli tembakau
polos atau berasa, tergantung pada selera.
Pertimbangkan merek-merek
terjangkau yang umum, seperti Bali
Shag dan American Spirit.
Pertimbangkan melinting rokok kretek.
Anda hanya perlu mencampur
tembakau dengan bubuk cengkeh.
Rokok kretek biasanya mengandung
rasio 60-70 persen tembakau dengan
30-40 persen cengkeh.
[1]Beberapa orang senang melinting
rokok dengan tembakau pipa. Anda
juga bisa melakukannya, tetapi
ingatlah bahwa tembakau pipa
biasanya lebih panjang dan basah
daripada tembakau pelinting rokok.
Maka, cara ini mungkin menghasilkan
rokok yang terlalu padat dan tidak
mudah terbakar. Bila Anda ingin
menggunakan tembakau pipa, cobalah
memotong tembakaunya dengan lebih
halus serta keringkan sebelum
melintingnya.

[2]Bentuk tembakau.
Sebarkan tembakau
secara merata pada permukaan
lintingan, kemudian gunakan kartu atau
jari-jari Anda untuk membentuk tumpukan
rokok. Pilih permukaan pelinting yang halus
dan rapi: cermin, buku, atau meja bersih.
Jika Anda tidak ingin meletakkan tembakau
langsung di atas permukaan, selubungi
dengan kertas putih bersih.
Jika warna permukaan kontras
dengan tembakau, hal ini akan
membantu agar tembakau tidak
kelunturan. Sebagai contoh, melinting
di atas karpet cokelat tebal bisa
membawa hasil yang buruk.
Pastikan tembakau tidak terlalu
padat. Uraikan sedikit agar tetap
membentuk satu unit utuh.
Rentangkan satu ujung kertas
pelinting di antara jari tengah serta
jempol. Pegang kertas dalam lipatan
dengan jari telunjuk tangan yang sama.
Gunakan tangan satunya untuk
menyesuaikan kertas menjadi bentuk kurva
terbuka yang terlipat. Pegang dengan stabil
agar tembakau tidak tumpah.
Jari telunjuk pada lipatan berfungsi
untuk menstabilkan kertas saat Anda
menambahkan tembakau. Dengan
begini, tembakau juga tidak akan
tumpah dari ujungnya. Bagian ujung
ini akan menjadi ujung rokok —yaitu
bagian yang Anda nyalakan dengan
api.
Isi lipatan dengan tembakau.
Gunakan tangan yang bebas untuk
mencubit tembakau dan memercikkannya di
sepanjang lipatan kertas. Mulailah dari
salah satu ujungnya yang Anda pegang.
Pindahkan sisa tumpukan dari permukaan
pelinting ke kertas. Anda bisa melinting
dengan lebih tebal atau tipis sesuai selera.
Pertimbangan utamanya adalah apakah
Anda bisa menyegel rokok dan seberapa
kuat rokok tersebut. Semakin tebal maka
rokok akan semakin sulit ditutup; semakin
padat tembakaunya, semakin sulit Anda
menghasilkan asap.

[3]Jika diperlukan, ratakan tembakau di
sepanjang kertas agar lebih konsisten.
Meratakan akan membantu rokok
terbakar dengan lebih lancar. Jika
rokok lembap atau tidak rata,
pisahkan semua gumpalannya dengan
jari-jari Anda secara perlahan.
Anda bisa meninggalkan sebagian
tembakau dari ujungnya: Anda bisa
merapikannya nanti agar bagian ini
tidak terlalu sempit.

Melinting Secara Manual
Isi saringan atau sisakan ruangan
untuknya. Jika Anda berencana
menggunakan saringan, masukkan
sekarang, atau sisakan ruang bebas
tembakau sebagai tempatnya nanti. Buat
ruang ini sepanjang saringan. Anda punya
beberapa opsi:
Belilah sekantong saringan rokok
selulosa segar. Anda bisa mencarinya
secara daring, dari toko-toko rokok,
dan beberapa toko obat-obatan.
Saringan ini sama dengan yang bisa
Anda temukan dari berbagai rokok
komersial.

[4]Keluarkan saringan dari rokok
komersial. Bila Anda sudah punya
rokok, dan tidak ingin
mengonsumsinya—atau jika Anda
hanya ingin berlatih melinting—Anda
bisa merobek kertas secara berhati-
hati dan mengeluarkan saringannya.
Masukkan saringan ini ke dalam
rokok lintingan.
Buat saringan kasar Anda sendiri.
Pertama-tama, robek kertas kokoh
dari kartu nama. Lipat tiga kali dan
gulung sisa saringan di seputarnya.
Bentuk akhirnya akan seperti huruf
"W" yang dilingkari. Pastikan saringan
yang terlipat ini akan masuk ke dalam
rokok dengan lancar; Anda mungkin
harus menyesuaikannya beberapa
kali. Ingatlah bahwa saringan
rumahan ini hanya akan memblokir
zat terbesar agar tidak masuk ke
paru-paru.

[5]Pegang kedua ujung kertas. Saat
rokok penuh tembakau, ini berarti
rokok siap dilinting. Tetaplah memegang
kertas pada tangan yang sama, tetapi
genggam ujung satunya dengan cara yang
sama—yaitu di antara jari tengah dan
jempol. Angkat jari telunjuk Anda yang
menstabilkan dari kertas; Anda sudah tidak
memerlukannya lagi. Kertas ini harus
diletakkan di antara jempol dan jari tengah
kedua tangan. Tembakau harus disebarkan
secara merata, kecuali di bagian ujung
posisi jari telunjuk.
Bungkuskan jari tengah di sepanjang
bagian belakang kertas untuk
menopangnya. Jari-jari Anda harus
membentuk garis lurus dari salah satu
ujung tembakau hingga ke lainnya.
Gunakan jempol untuk memegang rokok
yang belum digulung, pada posisi sedikit di
bawah jari tengah. Kontur jari akan
menentukan bentuk rokok.
Mulailah melinting rokok. Linting di
antara jempol dan jari tengah. Bentuk
rokoknya: tekan tembakau dan cobalah
melinting kertas kuat-kuat. Saat Anda
melakukan ini, tekan secara bertahap
hingga mengarah ke ujung rokok. Cobalah
menjaga agar jari tengah serta jempol
tetap saling paralel.
Gunakan jempol untuk mendorong
kertas ke arah tembakau. Setelah
Anda membentuk tembakau dengan benar,
tarik jempol ke bawah untuk meratakan
pinggiran kertas dengan bagian atasnya.
Linting rokok. Pertama-tama, selipkan
pinggiran kertas ke dalam lipatan
tembakau. Berikan tekanan lebih dengan
jempol dan gulung jari tengah ke atas.
Selesaikan rotasi pertama: bungkuskan
kertas di sekitar tembakau dalam bentuk
rokok, tanpa melipat bagian bawahnya.
Pinggiran depan kertas harus
diselipkan di belakang tembakau saat
Anda mulai melinting. Anda mungkin
perlu mencoba beberapa kali.
Teruskan menggerakkan bagian depan
kertas ke atas dan ke bawah, dan
dorong perlahan dengan jempol
hingga menempel.
Jilat dan segel rokok. Linting rokok
hingga hanya bagian ujungnya yang
lengket yang tersisa. Aktifkan lem dengan
menjilat seluruh bagian pinggiran kertas;
anggap hal ini sebagai segel pada amplop.
Saat lem ini basah, gulung sisa kertas
hingga tidak ada pinggirannya yang tersisa.
Segel rokok dengan tekanan yang rata:
gunakan jari-jari Anda di sepanjang rokok,
dan tekan lem secara lembut tetapi cukup
kuat hingga menempel. Pastikan Anda
tidak menekuk, merobek, atau mengerutkan
kertasnya.

Menggunakan Pelinting Rokok
Pertimbangkan menggunakan
pelinting rokok. Alat sederhana
sangat memudahkan Anda jauh lebih
mudah melinting rokok serta tembakau bila
Anda tidak tangkas melakukannya secara
manual.
[6] Belilah pelinting rokok secara
daring atau dari toko rokok. Ikuti langkah-
langkah ini untuk menggunakannya:
Kemas mesinnya. Pertam-tama, buka
mesin: pisahkan kedua tabung
pelinting untuk membuka celah yang
berbentuk rokok. Kemudian, isi celah ini
dengan tembakau— sepenuh mungkin. Saat
ruangnya penuh, tutup tabung. Salah satu
tabung harus bergerak keluar masuk, dan
satunya akan tetap berada di tempatnya.
Pegang mesin agar tabung yang bisa
bergerak ini berada pada posisi terdekat
dari diri Anda.
Pastikan Anda menambahkan
saringan sekarang bila
menginginkannya. Selipkan ke salah
satu ujung kompartemen pelinting.
Ingatlah bahwa semakin ketat Anda
mengemas rokok, akan semakin sulit
untuk menghasilkan asap. Hal ini
terutama berlaku jika Anda melinting
dengan mesin.
Masukkan kertas pelinting ke dalam
mesin. Selipkan sisi kertas pelinting
yang bebas lem ke dalam celah kecil di
antara kedua tabung. Sisi yang berlem
harus menghadap tabung yang bergerak.
Pastikan pinggiran atas (yang berlem)
benar-benar paralel dengan bagian teratas
dari mesin pelintingnya.
Mulailah melinting silinder ke arah
diri sendiri. Gerakan ini akan menarik
kertas ke dalam mesin. Tepat sebelum
bagian atas kertas tergulung ke dalam
celah, berhentilah membalikkan mesin dan
jilat lemnya secara menyeluruh. Dengan
begini, rokok akan menempel.
Selesaikan pelintingan. Setelah Anda
membasahi lem, teruskan melinting
silinder dalam arah yang sama agar Anda
tidak bisa melihat kertasnya. Gulung mesin
beberapa kali untuk mengemas rokok
dengan padat, kemudian pisahkan kedua
tabungnya. Rokok akan dikemas dengan
rapi dan siap dikonsumsi!

Menyelesaikan Rokok
Potong semua tembakau yang
menonjol dari kedua ujungnya.
Dengan begini, rokok akan lebih rapi,
terlihat lebih bagus, serta lebih mudah
dikonsumsi. Jika ada tembakau yang
keluar dari ujung rokok, tembakau ini
mungkin mengenai mulut atau terjatuh ke
lantai.
Pelintir ujung-ujungnya agar rokok
benar-benar tertutup. Beberapa
perokok memilih memelintir salah satu atau
kedua ujung rokoknya. Memelintir ujung
yang dinyalakan akan mencegah tembakau
keluar dari rokok yang dikemas dengan
buruk. Memelintir ujung yang Anda isap
juga akan menjaga tembakau agar tidak
menempel pada bibir. Anda juga bisa
menggunakan saringan. Jika Anda suka
memelintirnya, pertimbangkan menyisakan
sedikit ruang di kedua ujung rokok yang
Anda linting.
Masukkan saringan jika belum ada.
Bila Anda menyisakan ruang
untuknya, masukkan saringan ke ujung dan
selipkan kertas di sekitarnya secara
perlahan. Jika Anda tidak menyisakan
ruang yang cukup untuk saringan, gunakan
alat tajam kecil—pinset, kait, atau ujung
garpu—untuk menarik tembakau
secukupnya yang pas dengan saringan
rokok.
Kemas rokok untuk memastikan
sudah rapi.
Merokoklah. Anda bisa melinting
rokok kapan pun Anda ingin
mengisapnya, atau menyiapkan beberapa
rokok lintingan agar tidak perlu bekerja
lagi. Beberapa orang menganggap tindakan
melinting secara manual sebagai cara yang
berguna untuk membatasi konsumsi rokok
mereka— Anda akan lebih sulit merokok
berurutan bila harus menghabiskan waktu
selama beberapa menit untuk melinting
setiap rokoknya.

Tips
Cobalah melinting dengan bagian ujung
saringan di dalam rokok. Dengan begini,
Anda bisa memastikan saringan bisa
dimasukkan sebelum melinting rokok.
Setiap merek kertas pelinting sedikit
berbeda, jadi cobalah beberapa untuk
menentukan pilihan.
Sebuah aturan umum: tembakau "shag"
yang dipotong dalam bentuk pita-pita halus
serta panjang bisa mempertahankan
bentuknya dengan baik dan lebih mudah
dilinting secara manual dengan tangan.
Tembakau yang dipotong kecil-kecil biasanya
lebih cocok untuk pelintingan dengan mesin.
Ambil sepotong kecil roti—tipe apa pun—
bentuklah menjadi sebuah bola, kemudian
lmasukkan ke dalam sekantong tembakau
yang baru dibuka. Roti akan membantu
menjaga agar tembakau lembap lebih lama.
Sebagai alternatif, gunakan seiris apel segar
untuk mempertahankan tingkat kelembapan
serta menambah sedikit rasa.
Anda akan mendapatkan tembakau yang
lebih segar dari toko serbaada.
Peringatan
Berhati-hatilah saat merokok. Bara api
yang menyala bisa jatuh dari ujungnya dan
membakar pakaian sehingga berlubang.
Merokok berbahaya bagi kesehatan. Kenali
fakta-faktanya dan sadarilah seberapa sering
Anda merokok. [

Hal yang Anda Butuhkan
Tembakau
Kertas
Pemantik api (opsional)
Material saringan (opsional)

BBM Sudah Turun Dua Kali, Tembakau Belum Juga Turun

Harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) sudah turun, bahkan sampai dua
kali. Tetapi harga tembakau tidak ikut turun.
Namun ketika harga BBM naik sekali saja harga
tembakau naik Rp500 per ons.
“Tembakau itu kan diangkut pakai truk dan
didistribusikan ke padagang juga pakai
kendaraan, jadi wajar bila ikut naik,” ujar
Setyowati (70), pemilik toko cerutu dan
tembakau “Wiwoho”, Rabu (21/1/2014).
Menurut pemilik toko yang berdiri sejak 1935 ini,
harga tembakau tidak ikut turun, karena
permintaan banyak. Permintaan itu, baik oleh
industri rokok besar, maupun kecil seperti toko
dan penjual tembakau.
Toko cerutu dan tembakau “Wiwoho”
menyediakan berbagai jenis tembakau. Di
antaranya adalah jenis Virginia, Temanggung,
dan Mole. Harga tembakau Virginia Rp23.000 per
ons, tembakau Temanggung Rp15.000 per ons,
tembakau Mole Rp17.000 per ons.
Tembakau Virginia ini, banyak digemari oleh
pecinta rokok putih seperti Marlboro atau Lucky
Strike. Pasalnya, rokok putih tersebut memakai
tembakau asal Virginia, Amerika Serikat.
Sementara, tembakau Temanggung disukai
penggemar rokok berat, seperti Djarum Super
atau Gudang Garam. Rokok-rokok berat tersebut,
banyak menggunakan tembakau asal
Temanggung.
Toko tembakau dan cerutu “Wiwoho” ini terletak
persis di sebelah barat Tugu Yogyakarta, utara
jalan. Buka pukul 08.00 – 14.00 WIB dan 17.00
– 20.30 WIB. Pada hari Minggu tutup.

Tembakau Aneka Rasa Jadi Incaran Mahasiswa

Mahasiswa, sebagai
kalangan yang secara individual belum
berperekonomian mapan, merasa keberatan atas
kian melambungnya harga rokok bermerek
produksi industri besar.
Hal tersebut dirasakan salah satunya oleh Yakub
(25), mahasiswa Fakultas Hukum UGM yang
baru saja lulus. Pria asal Jakarta ini, memilih
rokok alternatif berupa tembakau rasa.
Rasa tembakau itu meniru rokok bermerek. Ada
rasa Dji Sam Soe , Djarum Super, Wismilak,
Sampoerna Mild, Sampoerna Kretek, Marlboro,
dan Gudang Garam. Harganya sangat murah,
berkisar antara Rp8.000 hingga Rp15.000 per
ons. Ada juga tembakau Virginia seharga
Rp23.000 per ons.
“Saya sukanya tembakau Virginia, karena saya
suka rokok Marlboro. Tembakau Virginia ini,
konon bahan baku utama Marlboro,” ujar Yakub,
Rabu, (21/1/2015). Memang, ada tembakau rasa
Marlboro, namun, menurut Yakub, tembakau
Virginia berasa lebih mendekati Marlboro asli.
“Saya menghabiskan satu ons tembakau Virginia
dalam dua minggu,” tambah Yakub. Total,
selama dua minggu itu, Yakub hanya
menghabiskan sekitar Rp25.000 dengan
ditambah kertas sigaret.
Tembakau rasa tersedia di toko cerutu dan
tembakau “Wiwoho” yang berada persis di
sebelah barat Tugu Yogyakarta, utara jalan.
Menurut Setyowati (70), pemilik toko Wiwoho,
tembakau rasa itu sudah dicampur dengan
cengkeh dan saus sebagai pemberi aroma.
“Yang menakar sudah dari pabriknya, saya
tinggal menjual saja,” ungkap wanta keturunan
Tionghoa ini.
Berikut, harga-harga per ons tembakau rasa
tersebut setelah naik Rp500 karena kenaikan
BBM kemarin; Gudang Garam biasa Rp8.400, Dji
Sam Soe Rp8.800, Wismilak Rp11.000,
Sampoerna Kretek Rp10.000, Sampoerna Mild
Rp10.000, Marlboro biasa Rp14.000, Marlboro
Menthol Rp15.000.

Rokok Tingwe Jadi Pilihan Ketika Harga Rokok Bermerek Terus Naik

Harga rokok bermerek
produksi industri besar kian melambung.
Kisarannya antara Rp12.500 – Rp14.000 per
bungkus dengan isi 12 batang. Dan pastinya
harga ini tidak akan turun lantaran pemerintah
selalu menaikkan cukai.
Menyiasati harga rokok yang terus naik ini,
beberapa orang memilih beralih pada rokok
alternatif. Rokok alternatif tersebut, terpisah-
pisah antara tembakau, kertas sigaret, dan
cengkehnya. Jadi perokok harus melinting
sendiri, atau sering disebut “Tingwe” atau
“ngelinting dewe”.
Salah satu penggemar rokok “Tingwe” ini adalah
Kirman (35) yang langganan membeli tembakau
cap Jangkar di toko cerutu dan tembakau
“Wiwoho” dengan lokasi di persis sebelah barat
Tugu Yogyakarta, pojok utara jalan.
Tembakau cap Jangkar itu dibungkus plastik
yang disegel dengan lem. Satu pack seberat 85
gram dengan harga Rp5.500. Dia juga biasa
membeli kertas sigaret yang satu ikat kecil
hanya Rp500. Satu lintingan kertas sigaret ini,
menghasilkan sebatang rokok berukuran hampir
sama dengan produksi industri besar yang sudah
punya nama.
Kirman melinting kertas diisi tembakau itu kecil-
kecil, hampir seukuran batang rokok biasa.
“Dengan dilinting kecil-kecil, bisa jadi sekitar dua
bungkus rokok. Saya menghabiskannya sekitar
tiga minggu” ujarnya Rabu (21/1/2015).
Jadi Kirman menghabiskan menghabiskan dua
bungkus rokok atau sekitar 24 batang hanya
dengan Rp6.500. Cukup murah bukan.

Rokok Lintingan itu Harus Mbekok!

Parakan, Temanggung, Kendal dan Wleri dalam
memori saya, pada 1970-1980-an dikenal
sebagai sentra penghasil tembakau rajangan
berkualitas tinggi. Namun sejak 1990-an saya
tak lagi begitu tahu perkembangannya karena
pada 1993 saya merantau ke tanah Deli dan
menetap di Medan. Kedua orangtua saya, yang
sudah almarhum dan kedua kakak saya yang
tinggal di kampung tak meneruskan bisnis
tembakau yang pernah dilakoni orangtua.
Saya sendiri lahir dan besar di desa Ajibarang,
sekitar 18 kilometer arah utara kota keripik
Purwokerto. Saya anak paling bontot dari tiga
bersaudara. Di kalangan perokok di daerah
saya, terutama para petani di pedesaan
Banyumas, cita rasa tembakau rajangan dari
ke empat daerah itu dikenal ciamik. Para
penggemar “cerutu kampung” alias rokok
lintingan itu menamakannya “mbekok”.
Ibaratnya kalau seseorang makan siang dan
perutnya terasa kenyang, dan pita suara di
kerongkongan sampai mengeluarkan suara, itu
disebut “nendang”. Mbekok itu membuat dada
perokok serasa ada palu godam yang
memukulnya. “Harus sampai terasa deg, itu
baru disebut mbekok.” Nah, kurang lebih
begitulah gambaran kepuasan para petani
ketika mengisap dalam-dalam “cerutu
kampung” itu.
Tak heran jika pada masa itu, walau ekspansi
rokok kretek sudah luas, dan mereka banyak
memberi iming-iming hadiah berupa peralatan
rumah tangga ketika melakukan promosi di
alun-alun pada malam hari yang terkadang
juga disertai pemutaran film bisu, namun minat
untuk merokok kretek masih rendah. “Rokok
kretek rasanya terlalu ringan, nggak puas
rasanya”, begitu alasan yang saya dengar. Tak
heran ayah saya kalau bepergian ke luar kota,
walau di sakunya ada rokok kretek, namun jika
rekanan yang dikunjungi menyediakan
tembakau rajangan dan kemenyan, beliau lebih
suka memilih mematikan rokok kretek dan
melinting tembakau yang disediakan tuan
rumah.
Namun walau kedua orangtua jualan tembakau,
ayah dan abang saya juga perokok berat,
namun saya sendiri bukan perokok, bahkan
sampai sekarang. Memang sekali-sekali pernah
juga ikut melinting dan mengisapnya, namun
karena hanya rasa pahit yang terasa dan
malahan jadi tersedak, maka saya putuskan
untuk tak dilanjutkan. Memang susah kalau
sudah soal rasa atau selera.
Diracik dengan Kemenyan, Klembak dan
Wuwur
Rokok linting itu sendiri biasanya berupa
tembakau rajangan yang dibungkus selembar
kertas tipis seukuran sekitar 6×10 centimeter.
Orang Banyumas menyebutnya papir. Inilah
bungkus rokok lintingan paling terkenal saat
itu. Disamping itu ada kawung, atau klaras
jagung istilah Banyumasannya. Klaras jagung
atau kawung itu daun jagung yang telah
dikeringkan dan digunakan untuk melinting
tembakau garangan.
Tembakau garangan ini bentuknya seperti
wajik berpetak-petak, warnanya hitam pekat,
dengan ketebalan sekitar lima centimeter.
Namun penggemar tembakau rajangan waktu
itu sangat terbatas, dibanding tembakau
rajangan yang dilinting dengan papir itu.
Sebutan papir mungkin berasal dari bahasa
Inggris paper. Mungkin karena lidah orang
Banyumas susah melafalkan “piper”, maka
untuk mudahnya mereka melafalkan sebagai
“papir”.
Kertas papir itu ada dua jenis rasanya. yang
satu tawar dan yang lain manis. Namun
perokok klinting umumnya lebih suka memakai
papir tanpa rasa. Satu pak papir berisi 20-40
lembar papir. Papir yang terkenal waktu itu
bermerk “Sinden” karena kertas pembungkus
luarnya memang ada gambar seorang
pesinden. Sedangkan kawung biasanya
digunakan untuk tembakau.
Tembakau rajangan yang sudah digelar di atas
papir umumnya ditambah kemenyan yang
sudah dijadikan remah-remah, terkadang ada
juga yang menambahkan dengan remah-remah
klembak. Klembak adalah akar dari tumbuh-
tumbuhan yang biasa digunakan untuk bahan
wewangian. Bentuk, besar dan panjangnya
seperti ruas jari telunjuk orang dewasa.
Warnanya coklat tua. Para perokok biasanya
menggunakan pisau kecil, atau kuku jari jempol
untuk mengopek kelembak. Biar rasa rokok
lintingan menggigit ujung lidah, maka perokok
lintingan juga kerap mencampurnya dengan
wuwur, ini daun cengkeh yang telah ditumbuk
halus.
Baru setelah itu, tembakau bersama kemenyan,
wuwur dan klembak dilinting.. Jadilah rokok
lintingan. Kemenyan itu fungsinya supaya api
rokok tidak gampang mati, disamping untuk
menambah cita rasa seperti juga fungsi
klembak. Juga untuk menimbulkan aroma
wangi. Konon para petani di sawah bisa
bertahan berjam-jam bekerja tanpa merasa
lapar jika rokok lintingan yang diisapnya
“mbekok”.
Pada masa jayanya, di Banyumas banyak
pedagang tembakau rajangan yang menjual
barang dagangan mereka di pasar-pasar
tradisional. Kedua orangtua saya almarhum,
termasuk diantara mereka. Mereka berdagang
tembakau sudah sejak 1970, waktu itu saya
sudah duduk di bangku TK di kampung saya,
Ajibarang. Para pedagang tembakau rajangan
itu mengambil tembakau langsung dari para
pedagang pengumpul di keempat daerah
tersebut, yang umumnya aktif menawarkan ke
sejumlah pedagang pengecer. Orangtua saya
menyebut mereka “orang wetan”.
Wetan itu artinya timur. Memang secara
geografis keempat kota penghasil tembakau
rajangan itu terletak di sebelah timur
kabupaten Banyumas. Sebutan orang wetan
juga karena dialek bahasa Jawa mereka yang
terdengar halus, seperti gaya bahasa Jawa
orang Solo, berbeda dengan bahasa
Banyumasan yang ngapak-ngapak dan
terdengar kasar di telinga.
Pada masa itu, tembakau rajangan dikirim
dalam bentuk keranjangan, atau disebut bal-
balan. Keranjang itu terbuat dari anyaman
bambu dan dibungkus kulit pohon pisang yang
telah dijemur dan dikeringkan. Orang
Banyumas menyebutnya gedebogan pisang.
Fungsi gedebogan untuk membuat tembakau
tetap lemas atau lembut selama beberapa hari.
Jika tembakau kering, maka harganya menjadi
sangat murah.
Nah keranjang bekas pembungkus tembakau
itu, jika batang-batang bambunya kokoh, maka
dapat difungsikan untuk kandang ayam atau
burung dara. Sedangkan debogan batang
pisang yang kering itu dijadikan bahan bakar di
pawon untuk pengganti kayu bakar. Pawon
adalah tungku yang terbuat dari tanah liat
yang digunakan sebagai tempat menaruh teko,
dandang atau panci untuk kegiatan masak-
memasak sebelum era penggunaan kompor.
Satu keranjang tembakau beratnya rata-rata 50
– 60 kg. Tapi terkadang ada yang mencapai 80
kg bahkan 100 kg. Tembakau-tembakau itu
dikirim dengan menggunakan truk. Satu truk
bisa memuat sampai 50 keranjang. Begitu truk
sampai ke tempat pengiriman, maka puluhan
kuli angkut, disebut juga “kuli tagog”, dengan
menggunakan pundak atau bahu mereka yang
kokoh dan kekar berebut untuk menurunkan
dan memasukan keranjang tembakau ke
gudang milik pedagang tembakau. Pedagang
tembakau, biasanya akan menggunakan daun
jati untuk melapisi tembakau-tembakau setelah
keranjang tembakau dibuka.
Daun Jati untuk Memerahkan Tembakau
Pada tahun 1970-an pohon jati masih banyak
terdapat di hutan-hutan yang ada di daerah
Tipar, sebuah kawasan hutan yang terletak
sekitar 10 kilometer arah selatan Ajibarang ke
Kota Cilacap, sebuah kota nelayan yang juga
dikenal berdekatan dengan Pulau
Nusakambangan. Inilah pulau di tengah laut
dimana terdapat penjara terkenal karena dihuni
penjahat-penjahat kakap.
Daun jati banyak dipakai untuk membungkus
tembakau agar warna tembakau menjadi
semakin merah kehitaman. Daun-daun jati itu
sendiri dibeli dari para pemetik daun jati, yang
menjualnya secara kiloan. Satu ikat daun jati
beratnya mencapai 20-30 kg. Saya masih
ingat, ketika SD, bersama beberapa teman
sekampung, pada pukul 04.00 dini hari, kami
sering lari pagi ke arah kawasan hutan jati itu.
Kabut pagi biasanya selalu menyergap kami.
Nah, dalam keremangan kabut pagi itu, kami
sering menyaksikan beberapa penjual daun jati
tengah memanggul gulungan daun jati.
Para pemetik daun jati itu jalan berbaris
menuju ke pasar tradisional Ajibarang untuk
menjual dagangan mereka. Pada waktu itu,
daun jati memang tak hanya dimanfaatkan
untuk tembakau, tapi juga banyak digunakan
sebagai pembungkus barang-barang sembako,
termasuk daging sapi. Penggunaan kantong
plastik waktu itu memang belum dikenal.
Begitulah sejarah ingatan saya terhadap
“cerutu rakyat” alias rokok lintingan yang
dalam pemahaman saya, telah menimbulkan
mata rantai perdagangan yang cukup panjang.
Ada pedagang kemenyan, klembak industri
papir, pengrajin wuwur daun cengkeh, kuli
angkut, pengrajin keranjang, pedagang daun
jati sampai pedagang sirih. Perdagangan ala
rakyat itu berdenyut karena jasa para petani
tembakau!
Tentu, saya sekarang ini, saya sudah tak lagi
tahu keberadaan mereka.

Rokok

Saya mau nanya tentang rokok MILD.
1. Apa yang membuat rokok dikategorikan
dalam rokok tipe mild?
2. Apa rokok tipe mild sama dengan rokok
putih?
Di sebutkan rokok gudang garam
surya paling awet
Setahu saya rokok putih itu ialah rokok non
kretek . Mungkin mild sama dengan light , tapi
saya tidak pasti. Meursault2004 09:41, 27
Februari 2006 (UTC)
Jawaban untuk mas Meursault:
Fakta 1.Rokok umumnya terbagi 3
kelompok: rokok mild, rokok kretek dan
cerutu.
Fakta 2. Rokok tipe Mild di presentasikan
mempunyai kandungan tar dan nikotin yang
paling rendah dibanding rokok kretek dan hal
ini dikontrol dengan baik/dijamin oleh
pabriknya, karena kerendahan kadar tar dan
nikotin ini justru menjadi "nilai jual" bagi
mereka berkaitan dengan isu kesehatan.(tar
dan nikotin adalah penyebab kanker).
Fakta 3.Rokok mild memiliki sekitar 14-15
mg tar dan 5 mg nikotin.
Karena ringan kandungan tar dan nikotin nya,
maka rokok jenis mild juga diberi istilah light,
misalnya rokok LA Light , Marlboro light dll.
Fakta 4 "Keringanan" kandungan tar dan
nikotin ini dikarenakan (a)Pengolahan lebih
lanjut dilakukan terhadap tembakau sebelum
dicacah halus menjadi setengah serbuk.Cara
pengolahan nya dirahasiakan pabrik :)
(b)Penggunaan teknologi "filterisasi" pada
batangan rokok, yaitu menambah busa pada
bagian yang akan dihisap sehingga busa
berfungsi sebagai penyaring nikotin dan tar
(dan memang lewat penelitian terbukti efektif/
signifikan).
Fakta 5. rokok putih adalah rokok yang
hanya mengandung tembakau sedangkan
rokok kretek adalah rokok yang mengandung
tembakau dan cengkeh.
Fakta 6. Rokok tipe kretek memiliki sekitar
20 miligram tar dan 4-5 miligram
nikotin. Lebih besar kandungan tar dan nikotin
nya dari rokok mild, sehingga resiko kanker
menurut dokter jadi lebih besar pula.Rokok tipe
kretek ini contoh nya Dji Sam Soe .
Fakta 7.Disebut rokok "kretek" karena
menurut penggemarnya kalau rokok jenis ini
dibakar akan mengeluarkan bunyi "kretek-
kretek" (yaitu suara kertas bercampur
tembakau cacahan agak kasar yang terbakar).
Fakta 8.Cerutu umumnya berbentuk seperti
torpedo/kapal selam dengan ukuran lebih
besar dan panjang dari dua jenis rokok
pertama.Terdiri dari daun tembakau kering
yang digulung-gulung menjadi silinder gemuk,
lalu dilem. (Jadi tidak dicacah daun tembakau
nya).Akibatnya cerutu menjadi yang paling
besar dari segala jenis rokok kandungan tar
dan nikotin nya dan menjadi yang paling
berbahaya menurut dokter.
Fakta 9.Rokok jenis ini sering tampil
bergaya bersama aktor Holywood zaman dulu
misalnya Clark gable bintang Gone with the
wind.Pak harto juga gemar dan mengkoleksi
rokok jenis ini.Termahal adalah cerutu
Cuba...harga nya bisa jutaan rupiah untuk satu
batangnya dan dikemas dalam kotak
eksklusif.Sedangkan saya sang penulis cuma
pernah beli di airport ngurah rai cerutu bali
sekotak isi 6 batang harganya kira-kira 30 ribu
saja untuk dijadikan oleh-oleh buat teman
penulis yang gemar merokok :)
Demikianlah mas Meursault, jika ada
pertanyaan lebih lanjut mengenai ini jangan
lupa KITLV (disana banyak informasi tembakau
indonesia)....hehehe.
Salam wikiwiki Hendry allen 17:20, 19 Maret
2006 (UTC)
Terima kasih! Tapi bukan saya yang tanya
lho! Meursault2004 17:27, 19 Maret 2006
(UTC)
LOL..aduh maaf ya mas, aku malu :) Hendry
allen 17:31, 19 Maret 2006 (UTC)
Kenapa maaf wong nggak salah kok :-)
Meursault2004 18:45, 19 Maret 2006 (UTC)
Saran untuk menghapus
list merek rokok
Alasannya karena tidak ensklopedis. Sebagai
referensi lihat edisi bahasa Inggris. Disaat
negara negara maju sudah melarang iklan
rokok, apakah wikipedia indonesia menjadi
sarana iklan tidak langsung bagi produsen
rokok? Kalau artikel mengenai rokoknya sendiri
menurut saya tidak masalah selama tidak
mengarah kepada promosi. Maaf kalau saya
terlalu mengacu pada wikipedia edisi bahasa
inggris. Maglev 09:01, 10 Januari 2008 (UTC)
Terus, apa komentar Anda tentang halaman
ini? borgx ( kirim pesan ) 03:30, 11 Januari
2008 (UTC)
Maafkan saya. Saya kira saya telah
salah kaprah sebelumnya. Maglev 07:11,
16 Januari 2008 (UTC)

Template Oleh SolusiHematRokok